Babak Pertama: Partai Komunisme Indonesia

Ketika buku ini diterbitkan, Partai Komunis Indonesia (PKI) bertumbuh dari sebuah kelompok yang beranggotakan beberapa ribu yang menjadi partai Komunis terbesar yang tidak pernah memerintah di dunia. PKI mengklaim adanya tiga juta anggota partai dan duapuluhsatu juta anggota organisasi massanya. Peragaan dukungannya yang berdisiplin begitu mengesankan dan membuat banyak orang beranggapan bahwa bobot kehadirannya saja dapat membawa partai itu pada kekuasaan, tetapi segera pudar setelah percobaan kekerasaan yang lain (yang ketiga). Apakah PKI akan bangkit kembali, sejarah yang akan menyatakannya, tetapi agaknya situasi internasional, terlebih lagi kondisi dalam negeri Indonesia sendiri menentangnya. Beberapa dekade terakhir, dunia tidak menguntungkan bagi Marxisme-Leninisme. Uni Soviet telah menjadi sejarah masa lampau, sementara Cina lebih memilih jalan kapitalis ketimbang sosialis.

Buku yang ditulis setengah abad yang lalu dan sekarang baru diterjemahkan ini ternyata masih bermanfaat. Inilah buku yang harus diperhitungkan sebagai telaah yang paling mendalam mengenai gerakan komunisme Asia.  Ruth McVey berhasil mengisahkan kemunculan PKI hingga  pemberontakan yang gagal pada 1926/1927, di mana semua maksud dan tujuan pemberontakan itu mengakhiri babak pertama setengah abad sejarah PKI. Arti penting PKI dalam gerakan komunis internasional bermula dari kenyataan bahwa PKI adalah salahsatu dari segelintir partai komunis yang ada di Asia yang membangun organisasi dengan basis massa pengikutnya di tahun-tahun awal pembentukan Komunis Internasional (Komintern). Perkembangan PKI tidak bisa dilepas dari pengaruh dalam negeri maupun faktor  internasional. Salah satu tugas utama yang dibebankan ke pundak Komintern oleh para pendirinya ialah menciptakan peranan komunisme di panggung drama revolusioner Asia.

PKI adalah satu-satunya partai komunis yang dapat melakukan kegiatan politik di bawah kekuasaan negara Eropa. Ia mempunyai hubungan lebih dekat dengan Komintern ketimbang rekan-rekan partai komunis yang bergerak dibawah tanah atau tidak memiliki kekuatan politik di negeri-negeri jajahan serta mampu menggalang hubungan aktif dan berdayaguna dengan Komintern. Namun demikian, PKI mampu melakukan pergerakan dan pencapaian politik dengan upaya mereka sendiri. PKI memiliki kepentingan dan konsep dalam menempuh jalan untuk meraih kekuasaan. Partai Komunis Indonesia adalah Partai Komunis yang pertama yang dibentuk di Asia di luar perbatasan bekas kekaisaran Rusia. Pada akhir tahun 1920 partai tersebut memutuskan untuk bergabung dengan Komunis Internasional (Komintern) yang pada waktu itu baru saja dibentuk di Moskow sebagai suatu forum dan pusat eksekutif bagi partai-partai komunis di seluruh dunia. Para pemimpin PKI tidak melihat adanya pertentangan antara putusan mereka ini dan keikutsertaan mereka dalam gerakan kemerdekaan Indonesia dan PKI tidak pernah patuh pada Komunis Internasional (Komintern) seperti yang dilakukan oleh banyak partai Komunis di Barat,

Marxisme diperkenalkan secara resmi ke Indonesia adalah pada tahun 1914 bersamaan dengan berdirinya Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV). Serikat ini aktif baik sebagai organisasi politik juga sebagai organisasi marxis pertama yang berdiri di Asia. Para pendirinya adalah sekelompok orang Belanda yang dipimpin oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet.  Mereka segera bergabung dengan beberapa mantan anggota Nationale Indische Partij serta orang-orang Belanda, Eurasia, dan Indonesia. Tugas pokok ISDV ialah melakukan propaganda  prinsip-prinsip sosialisme di Indonesia. Kekuatan sosialisme dapat memiliki peranan langsung di daerah jajahan, terutama mendorong sikap revolusioner anti-imperialisme.

Kilik Selengkapnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s