Ketika Revolusi Belum Selesai

Revolusi adalah motor penggerak sejarah

(Karl Marx)

 

Kendati jarang terjadi, namun revolusi sosial merupakan momentum penting dalam sejarah dunia modern. Bermula di Perancis tahun 1789 sampai di Vietnam pada pertengahan abad keduapuluh, revolusi ini telah membawa perubahan pada organisasi negara, struktur kelas sosial, dan ideologi yang dominan. Revolusi telah melahirkan banyak negara yang memiliki kekuasaan dan otonomi yang yang jauh melebihi kekuasaan dan otonomi mereka sebelum revulusi Revolusi Perancis tiba-tiba mengubah negara ini menjadi suatu suatu kekuatan penakluk di benua Eropa, Revolusi Rusia telah membangkitkan negeri ini menjadi negara adidaya industri dan militer. Revolusi Meksiko menjadikan negara ini itu salah –satu negara berkekuatan politik dan pasca penjajahan yang paling maju industrinya dan menjadi negara Amerika Latin yang paling jarang mengalami kudeta militer. Sejak Perang Dunia II, puncak dari suatu proses revolusioner yang berlangsung lama, telah mengubah dan mempersatukan kembali Cina yang terpecah-pecah, Revolusi baru mengakibatkan negara-negara yang pernah terjajah dan penjajahan baru, seperti Vietnam dan Kuba, memutuskan rantai ketergantungan yang ekstrim.

Revolusi sosial tidak saja mempunyai dampak di tingkat nasional. Beberapa kasus revolusi telah memunculkan model-model dan cita-cita yang mempunyai dampak dan daya tarik internasional sangat besar – khususnya apabila negeri yang mengalami perubahan itu mempunyai kekuatan besar yang yang secara geopolitik penting, aktual atau potensial. Angkatan Bersenjata Perancis yang patriotik revoluioner menguasai sebagian besar daratan Eropa. Bahkan sebelum penaklukan dan lama setelah kekalahan militernya gagasan revolusioner Perancis. “ Kebebasan, Kesamaan dan Persaudaraan “ telah mendorong imajinasi dalam upaya mencari kebebasan sosial dan nasional. Pengaruh revolusi ini menyebar dari Jenewa sampai Santo Dominggo, dari Irlandia sampai Amerika Latin dan India, dan selanjutnya mempengaruhi para teoritikus revolusi dari Babeuf sampai Karl Marx dan Lenin, serta kaum anti kolonialis abd ke-20. Revolusi Rusia telah membuat negara-negara kapitalis Barat tercengang dan membakar ambisisi bangsa-bangsa yang sedang tumbuh dengan cara menunjukkan bahwa suatu kekuatan revolusioner, dapat mengubah suatu negara pertanian yang terbelakang menjadi negara yang kekuasaan industri dan militernya terbesar kedua di dunia, hanya dalam kurun waktu dua generasi. Jika revolusi Rusia berlangsung pada paruh pertama abab XX, maka Revolusi Cina meletus di paruh kedua abad yang sama. Paertai Leninist, telah membuktikan dapat mempimpin mayoritas petani di dalam perjuangan ekonomi dan militer. Partai tersebut telah mendorong munculnya kekuatan besar yang menyatakan diri sebagai suatu model revolusioner dan pembangunan bagi negara-negara miskin di dunia. “ The Yenan Way “ dan “ Desa versus Kota “ adalah konsepsi yang menawarkan cita-cita dan model yang segar serta telah memperbaruhi harapan kaum nasionalis revolusioner pada pertengahan abad abad XX, revolusi besar tidak hanya membawa pengaruh pada negara-negara lain yang akan menirunya. Mereka juga berpengaruh pada negara-negara lain yang akan menirunya. Mereka juga berpengaruh pada negara lain yang menentang cita-cita revolusioner tetapi terpaksa harus tanggap terhadap tantangan atau ancaman yang ditimbulkan oleh meningkatnya kekuatan nasional yang disebabkan oleh revolusi tersebut. Sebagaimana karakter sejarah dunia revolusi berarrti bahwa revolusi menimbulkan efek demonstratif yang melebih batas-batas negeri asalnya, dengan suatu kekuatan sanggup meletupkan gelombang revolusi dan revolusi tandingan bagi di dalam maupun di antara masyarakat.

Memang, revolusi sosial bukan satu-satunya kekuatan pengubah di zaman modern ini. Dalam matriks “ Perubahan Besar “ (yaitu komersialisasi dan industrialisasi di seluruh dunia, dan kebangkitan negara-negara serta ekspansi sistem negara-negara Eropa ke segala penjuru planet bumi), pergolakan politik dan perubahan sosial-ekonomi telah terjadi di setiap negara. Namun, dalam matriks ini revolusi pantas mendapat perhatian khusus, tidak saja karena luar biasa pentingnya bagi sejarah bangsa dan dunia, tetapi juga karena pola khusus dari perubahan sosial-politiknya.

Revolusi sosial adalah perubahan yang cepat dan mendasar dari masyarakat dan struktur sosial kelas suatu negara; dan revolusi tersebut dibarengi serta sebagian menyebabkan terjadinya pemberontakan kelas dari bawah. Revolusi haruslah dipisahkan dari berbagai jenis konflik dan proses perubahan lainnya terutama disebabkan oleh kombinasi dua kejadian yang timbul secara (kebetulan) bersamaan; yaitu terjadinya perubahan struktur masyarakat dan pergolakan kelas, serta terjadinya perubahan politik dan perubahan sosial. Sebaliknya, pemberontakan, sekalipun berhasil baik, mungkin saja melibatkan pemberontakan kelas bawah – tetapi tidak menyebabkan timbulnya perubahan struktural. Revolusi politik mengubah struktur negara tetapi tidak mengubah struktur sosial, dan revolusi politik tersebut tidak perlu dilakukan melalui konflik kelas. Proses seperti industrialisasi dapat mengubah struktur sosial tanpa harus menimbulkan, atau diakibatkan oleh, pergolakan politik yang tiba-tiba atau perubahan struktur politik yang mendasar. Satu hal yang unik dari revolusi sosial adalah perubahan mendasar. Satu hal yang unik dari revolusi sosial adalah perubahan mendasar dalam struktur sosial maupun politik yang berlangsung bersamaan dan masing-masing saling memperkuat satu sama lain. Perubahan ini berlangsung melalui konflik sosial-politik yang kuat yang didalamnya perjuangan kelas memainkan peranan kunci.(Skocpol. 1991: 1 – 2)

 

Model-model Revolusi

Perbedaan antara tipe-tipe revolusi juga merupakan suatu masalah penting. Revolusi nasional memiliki sifat rangkap bagi yang memiliki kekuasaan revolusi nasional itu adalah perang saudara – atau bahkan mungkin cuma sebuah pemberontakan – sedangkan bagi kaum pemberontak – sedangkan bagi kaum pemberontak revolusi nasional itu sejak awal adalah sebuah perang kemerdekjaan yang ditujukan terhadap penjajahan asing.

Sebaliknya, revolusi sosial pada hakekatnya merupakan pemberontakan dari satu kelas terhadap kelas lainnya – diartikan sebagai Klassen fur sich (masing-masing kelas untuk kelas itu sendiri). Pembagian lebih lanjut dari literature adalah: revolusi borjuis, ditujukan terhadap suatu aristokrasi yang berkuasa, berhadap-hadapan dengan revolusi proletar dari kaum buruh industri terhadap borjuis yang berkuasa.

Selisihnya adalah hingga seberapa jauh sebuah pemberontakan yang dimulai dengan suatu revolusi borjuis, selama berlangsungnya dapat diubah menjadi sebuah resolusi proletar. Dua resolusi Rusia pada tahun 1917. membuktikan bahwa hal ini telah mungkin di dalam prakteknya, sebagaimana dilihat oleh Lenin maupun Trotsky pada waktu revolusi tahun 1905, sekalipun mereka nyatakan dalam rumusan-rumusan yang berbeda. Namun masalahnya juga mengandung arti penting teoritis, sehubungan dengan pengertian yang menjadi perdebatan besar baik tentang revolusi permanen, maupun pengertian tentang revolusi yang tiada terputus-putus, yang kelas masih akan kita bicarakan lagi.

 

Klik Selengkapnya…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s