Mahasiswa: Dulu , Kini dan Esok

Hanya Satu Kata … LAWAN

(Widji Thukul)

 

 

Pendapat dominan selama ini memandang bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis yang berperan penting dalam perubahan sosial-politik . Bahkan sudah menjadi truisme bahwa gerakan protes mahasiswa , terutama di Dunia Ketiga , memainkan peranan  sangat aktif dan berposisi sentral dalam percaturan politik . Tak ada satu pun penguasa di negeri-negeri – yang dianggap berkembang ini – yang bisa mengabaikan posisi sosial dan pentingnya representasi politik serta dampak aspirasi dari golongan muda berpendidikan tinggi ini . Para ilmuwan sosial pun sibuk mengkaji dan meneliti fungsi mereka dalam sistem sosial-politik , terutama setelah menaiknya gelombang aksi protes mahasiswa di akhir dekade 1960-an hingga awal 1970-an , baik di negeri-negeri maju maupun terbelakang , termasuk di Indonesia. ( Anwar , 1981)

Kajian tentang gerakan mahasiswa bukanlah suatu disiplin akademis , dan bahkan belum menjadi keahlian khusus yang diakui , tetapi kepustakaan tentang bidang ini banyak sekali  dan cukup bervariasi untuk dipandang sebagai bidang studi . Kepustakaan tentang gerakansebagian besar merupakan artefak gerakan mahasiswa yang meluas di seluruh dunia dalam tahun-tahun 1960-an . Suatu bibliografi yang diterbitkan pada tahun 1970 dan  yang  belum  termasuk  kepustakaan  di Amerika Serikat ,  mencatat 1.800  buku dan artikel  dengan topik  gerakan  mahasiswa . Kepustakaan ini terus berkembang cepat pada awal 1970-an pada saat para cendikiawan memusatkan perhatian aktivitas gerakan pada periode tersebut . Publikasi tentang gerakan mahasiswa secara mendadak berhenti pada pertengahan tahun 1970-an  ketika aktivitas mahasiswa gerakan mahasiswa itu sendiri berhenti . Sementara itu , hanya beberapa kepustakaan yang meliput berbagai negara dan wilayah , dan sejumlah besar mengkaji Amerika Serikat serta lebih sedikit daripadanya mengkaji Eropa Barat . Sebuah daftar kepustakaan yang diterbitkan pada tahun 1973 memuat 9000 item hanya khusus tentang Amerika Serikat saja , dan kira-kira setengah diantaranya merupakan kajian  langsung terhadap gerakan mahasiswa . Bagian-bagian dunia yang lain , terutama Dunia Ketiga , hanya memperoleh sedikit perhatian saja meskipun gerakan-gerakan mahasiswa di negara-negara  ini efektif sekali , dalam pengertian pengaruhnya terhadap perubahan sosial atau politik .

Tampak jelas bahwa penelitian dan analisis tentang gerakan mahasiswa lebih dirangsang oleh krisis tahun 1960-an  dibanding minat akademis yang instrinsik terhadap topik itu sendiri . Karena, ketika krisis itu telah lewat , segera saja tumpukan karya tentang hal tersebut berhenti . Untuk suatu batas waktu tertentu , sejumlah besar dana dari universitas, lembaga-lembaga pemerintah , dan yayasan-yayasan disediakan bagi penelitian tentang mahasiswa dan terutama pada aspek-aspek politik dari kehidupan mahasiswa , dana-dana ini merangsang  banyak sekali penelitian dan penulisan  Sejumlah survey berskala besar di berbagai negara dijalankan sebagai bagian dari upaya penelitian ini .

Selain tersedianya dana-dana penelitian , perhatian dari media massa , penerbit , dan jurnal-jurnal ilmiah cukup tinggi selama akhir 1960-an . Minat ini merangsang  para cendikiawan dan orang-orang lain untuk menulis gerakan mahasiswa dan mengembangkan pembaca tulisan-tulisan  mereka di segala lapisan . Sejumlah besar buku mengenai gerakan mahasiswa diterbitkan dalam periode ini , dan banyak diantaranya saling tumpang tindih satu sama lain . Kejadian-kejadian dramatis seperti Revolusi Mahasiswa Berkeley tahun 1964 . “ peristiwa “ Perancis tahun 1968 , kisah SDS Amerika, dan pembunuhan di Kent State University, semuanya memperoleh perhatian di dalam sejumlah buku , dan bahkan satu dua film. Tidak mengherankan  bahwa perhatian media terhadap topik tersebut tidak berumur panjang , dan sekarang ini sangat sulit sekali menyelenggarakan diskusi tentang gerakan mahasiswa . Dana-dana penelitian juga sudah tidak ada lagi .

 

Para penulis yang menaruh minat terhadap gerakan mahasiswa dan menyumbang bagi penerbitan  kepustakaan  pada  1960-an , terdiri dari berbagai ragam . Sejumlah wartawan dan “cendikiawan “ menulis mengenai gerakan mahasiswa dengan derajat persepsi yang berbeda-beda . Buku James Michener (1971 )_ mengenai peristiwa Kent State merupakan best-seller dan menaikkan minat umum terhadap topik  tersebut . para intelektual Perancis seperti Raymond Aron (1969) juga menulis tentang gerakan mahasiswa . Para aktivitas mahasiswa itu sendiri menyumbang beberapa terbitan yang sangat berguna di dalam kepustakaan mengenai masalah ini dan hal ini menumbuhkan suasana hangat bagi diskusi . Mungkin buku seperti itu yang paling terkenal ialah tulisan Cohn-Bendit (1968 , Obsolete Communism , yang tidak hanya berpengaruh di Eropa , tetapi juga di Amerika Serikat dan Dunia Ketiga . Judul-judul seperti The Strawberry Statement (1968) dan The Whole World is Watching ( 1970) mencirikan jenis kepustakaan ini. Barangkali kelompok terbesar yang menulis tentang gerakan mahasiswa adalah ilmuwan sosial dari berbagai disiplin ilmu yang  menaruh perhatian serta metodelogi bidang mereka masing-masing untuk meneliti dan menulis . Para ahli sosiologi dan ilmuwan politik terutama yang aktif dalam meneliti dan menulis gerakan mahasiswa.

 

Klik Selengkapnya

3 pemikiran pada “Mahasiswa: Dulu , Kini dan Esok

  1. Bapak peter ,
    Saya kuliah P2K yg mengikuti mata kuliah pak peter, saya mau minta di kirimkan tulisan ” Mahasiswa dulu kini dan esok agar bisa saya rangkum dengan jelas.

    Best Regard,

    AMRIANSYAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s