Perkembangan Regionalisme dan Integrasi di Eropa

Kita senantiasa dan kini mengharapkan suatu Eropah yang bersatu dan kuat, yang berbicara dengan suara yang sama, yang bertindak dengan kemauan yang sama, suatu kekuatan dunia sebagai partner yang penuh dan derajat.

(CPF Luhulima)

 

Kata-kata diatas merupakan pidato Presiden Kennedy di Frankfurt pada tahun 1963, yang menginginkan Eropah Barat sebagai kesatuan, yang berguna bagi kepentingan Amerika Serikat untuk mengimbangi pengaruh Uni Soviet di Eropah. Keinginan Eropah Bersatu bukan lagi sebuah gagasan impian dengan di tanda tangani Perjanjian Maastricht pada tanggal 7 Februari  1992 oleh dua belas pemerintah anggota ME yang secara konkrit meletakkan dasar-dasar bagi penyatuan Eropah. Sebuah Eropah Raya yang dengan penduduk 344,1 juta yang memiliki satu kewarganegaraan dan satu masa uang yang sama. Eropah bersatu tidak bisa digunakan lagi oleh Amerika Serikat untuk mengimbangi Uni Soviet di Eropah, sebab negara-negara satelit Uni Soviet jatuh berguguran dan harus menggantikan ideologi Komunis dan mengubahnya menjadi demokrasi. Kemudian disusul dengan berantakannya Uni Soviet yang merupakan gong terakhir bagi tamatnya Perang Dingin yang sudah berlangsung hampir setengah abad. Perubahan politik yang terjadi di Eropah itu sebenarnya merugikan Amerika Serikat, karena pengaruhnya yang selama ini menentukan di Eropah secara bertahap akan berkurang dan digantikan dengan Jerman atau Perancis yang saling bersaing memimpin Eropah, yang satu suara menghadapi Amerika Serikat dalam persaingan dagang. Bagi Kawasan Eropah, usaha-usaha kearah kerja sama regional maupun integrasi bukanlah merupakan sesuatu hal yang baru terjadi tetapi usaha-usaha semacam itu sudah berjalan lama. Tulisan ini mencoba mengungkapkannya, sehingga sidang pembaca memperoleh perspektif sejarah dalam memahami regionalisme dan integrasi Eropah yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini.

 

 

Eropah[1] sebagai Identitas

Suatu Identitas bersama menunjukkan bahwa individu-individu tersebut setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling diakui, yakni suatu kesadaran mengenai perbedaan mereka dengan orang lain. Kesadaran semacam itu juga terjadi pada masa kekaisaran Romawi, dimana orang-orang dari Britania hingga Mesir, dari Mauretania hingga Armenia menganggap dirinya sebagai Civis Romanus Sum atau Saya adalah seorang warganegara Romawi. Walaupun mereka terdiri berbagai bangsa, tetapi ada yang menyatukan kekaisaran itu dengan adanya mata uang yang sama, bahasa yang umum dipakai, kewarganegaraan yang sama dengan pandangan hidup yang sama yang kesemuanya ditujukan demi tegaknya Pex Romana. Kemampuan kekaisaran Romawi mempertahankan eksistensinya sedemikian lama serta sedemikian luas wilayah kekuasaannya telah membangkitkan sebuah nostalgia serta kekaguman generasi-generasi selanjutnya untuk mengikutinya.

Kejadian itu terjadi dalam bentuk yang berbeda ketika Eropah mendapat ancaman bangsa Arab Muslim dari dua arah. Pada tahun 711 Spanyol jatuh dan pulau di Laut Tengah berhasil diduduki. Kemenangan itu tak berkepanjangan dengan berhasilnya Raja Leo III dapat menahan serangan kaum muslimin yang menyerbu Konstantinopel pada tahun 717 sehingga dengan terbendung ancaman langsung ke Eropah dari pintu gerbang sebelah Timur selama kira-kira tujuh abad. Pada tahun 732, Raja Franks, Karel Martel telah membebaskan Eropah Barat dari ancaman kaum Muslimin dalam pertempuran di Tours. Ekspansi orang Arab itu dianggap sebagai ancaman sekaligus mempersatukan orang-orang Nasrani di Eropah. Boleh dianggap sebagai hukum sejarah, bahwa persatuan hampir selalu muncul sebagai akibat tekanan yang datang dari luar.

Charlemange, cucu Karel Martel merasa bahwa kerajaannya yang menganut agama Nasrani terkepung, disebelah Utara oleh bangsa Saks dan Denmark yang kafir, di Timur oleh bangsa Avar sedangkan di sebelah Selatan oleh negeri Spanyol yang beragama Islam. Untuk menghindari ancaman itu serta penyebaran agama Nasrani, Charlemange melakukan sejumlah penaklukan sehingga ia akhirnya berhasil menyatukan hampir seluruh Eropah Barat. Peperangan yang dikobarkan oleh Charlemange itu menguntungkan gereja, karena dia tidak berhenti pada penaklukan saja tetapi membangun bangunan gereja serta mengangkat kaum Rochaniawan ke dalam aparat pemerintahan, karena dianggap memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk itu. Sebagai konsekuensinya, undang-undang yang ditulis bernafaskan agama Nasrani. Atas jasa-jasanya Charlemange pada hari Natal tahun 800, mendapat penghargaan dari Sri Paus Leo III dengan mengenakan mahkota diatas kepalanya dan mengumumkan bahwa ia adalah kaisar Romawi. Ini berarti kebangkitan Kekaisaran Romawi Barat yang sudah hancur dinyatakan bangkit kembali dan Charlemange merupakan pangganti Agustus Caesar yang sah. Kerajaan Karoling tak bertahan lama, putranya yang bernama Louis yang salah dalam akhir hayatnya segera membagi-bagikan kerajaan kepada cucu Charlemange. Wilayah kerajaan yang terbagi tiga itu justeru menjadi sumber perpecahan.


[1] Berdasarkan Mitologi Yunani, Eropah adalah nama seorang putri Agenor yang memikat hati Zeus atau Jupiter, Zeus yang tertarik dengan anak manusia biasa itu mengubah dirinya menjadi Sapi Jantan dan mendekati Eropah yang sedang bermain di padang rumput ayahnya. Atas persetujuan Eropah, Sapi Jantan yang diketahui oleh Eropah adalah Zeus kemudian membawa Eropah pergi diatas bahunya mengarungi lautan luas serta menurunkan Eropah di pantai negeri baru dan menamakan negeri itu Eropah. Kalau tadi dibicarakan istilah ‘Eropah’ pertama kali disebutkan dan sebaliknya istilah ‘orang-orang Eropah’ baru digunakan pertama kali oleh seorang Chronicle ketika orang-orang Arab dikalahkan Karel Martel dalam pertempuran di Tours pada tahun 732.

 

Klik Selengkapnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s