Mencari Model Pembangunan

Bagi  mereka  yang  kebebasan  merupakan cita

cita  yang masih  samar-samar dan bagi mereka

yang  cukup beruntung memilikinya,perubahan

besar ini  menghadirkan masalah baru dan juga

peluang baru serta harapan baru

(Soedjatmoko)

 

Mengapa kita mengacaukan pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi? Tentu saja orang akan sukar mengatakan bahwa situasi yang dilukiskan oleh seperangkat proyeksi-proyeksi itu lebih disukai daripada yang diperlihatkan oleh seperangkat lainnya, hanya karena yang pertama mencakup pendapatan per kapita yang lebih tinggi. Bagaimanapun, dalam  pengertian apa Afrika Selatan lebih maju daripada Ghana, atau Kuwait daripada Republik Emirat Arab, atau Amerika Serikat daripada Swedia?

Salah satu penjelasan adalah pendapat nasional adalah suatu indikator yang paling mudah dan enak dipergunakan. Para politisi menemukan sebuah ukuran komprehensif itu berguna, khususnya yang paling sedikit satu tahun terlambat. Para ekonom dilengkapi dengan sebuah variabel yang dapat dikuantifikasi dan gerakan-gerakan di dalamnya dapat dianalisis menjadi perubahan-perubahan dalam output sektoral, besarnya faktor atau kategori-kategori pengeluaran, membuat konstruksi model menjadi mungkin.

Kita dapat, tentunya, kembali pada dalam dugaan dalam peningkatan pendapatan nasional, bila cukup cepat, cepat atau lambat mengarah pada pemecahan masalah-masalah sosial dan politik. Tetapi pengalaman pada dekade terakhir ini membuat kepercayaan ini tampak agak naïf. Krisis sosial dan pergolakan-pergolakan politik muncul di negara-negara dalam setiap tahapan pembangunan. Lebih daripada itu, kita dapat melihat bahwa hal ini menimpa negara-negara yang memiliki peningkatan pendapatan per kapita yang cepat, juga negara-negara dengan ekonomi yang mandek. Pada kenyatannya, terlihat seakan-akan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bisa gagal memecahkan kesulitan-kesulitan sosial dan politik; tipe-tipe tertentu pertumbuhan dapat menyebabkan kesulitan-kesulitan itu terjadi.

Sekarang ketika kompleksitas masalah-masalah pembangunan menjadi semakin jelas, terus berkeras hanya menggunakan sebuah indikator agregatif saja, walaupun bukti menunjukkan lain, menunjukkan adanya kekeliruan. Yaitu tampak sebagai sikap yang lebih suka menghindari masalah-masalah riil dalam pembangunan.

 

Definisi Pembangunan

 

Dalam mendiskusikan tantangan yang kita hadapi sekarang, kita harus melenyapkan kabut yang mengelilingi kata “pembangunan” dan menentukan secara lebih tepat, apa yang kita maksud dengan pembangunan tersebut. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan target-target atau indikator-indikator yang berarti, sehingga memperbaiki kebijaksanaan nasional dan internasional.

Titik nilainya adalah bahwa kita tidak dapat menghindari apa yang diremehkan para positivis sebutan pertimbangan nilai. Pembangunan pasti merupakan suatu konsep normatif, hampir merupakan suatu sinonim dengan peningkatan. Pandangan sebaliknya justru menyembunyikan suatu pertimbangan nilai seseorang.

Klik Selengkapnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s