Prasangka, Diskriminasi dan Anti Cina

Ya, Tuhan…sedemikian bencinyakan mereka pada Cina ? aku tidak merasa diriku berbeda dengan mereka … Aku ini orang Indonesia ! “

Dianttrus Saputra

 

Kutipan diatas merupakan kata-kata yang meluncur dari mulut tokoh perempuan Cina dalam dalam sebuah cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yang berjudul ‘Clara atawa Perempuan yang di perkosa. ‘Ratapan ini di dasarkan pada kerusuhan 13 – 14 Mei 1998 di Jakarta ynag merupakan malapetaka terbesar bagi warga keturunan Cina.

Pada tanggal 13 Mei 1998, ribuah massa berkumpul di Depan Kampus Universitas Trisakti untuk menyampaikan duka cita mereka atas tewasnya empat orang mahasiswa Trisakti yang terlibat bentrok dengan aparat keamanan pada Tanggal 12 Mei 1998. Di dalam kampus, aksi berkabung mahasiswa berjalan dengan tertib dan mahasiswa dilarang keluar kampus untuk menghindari insiden. Adanya kobaran api dari truk sampah di perempatan jalan layang pada siang hari, membuat massa berubah brutal dengan mulai melempari barisan aparat yang memblokir jalan di depan gedung Mall Ciputra dengan batu, botol dan benda lainnya serta mencabuti dan merusak rambu-rambu lalulintas maupun pagar pembatas jalan. Rentetan tembakan peringatan dan  gas air mata membuat massa berlari tunggang langgang.

Perusakan dan pembakaran terus menyebar, mulai dari kawasan disekitar kampus Trisakti. Menjelang sore hari aksi perusakan dan pembakaran melus dan menjauh dari kampus Trisakti disertai dengan isurasian anti – Cina. Massa mengamuk dengan membakar dan merusak gedung maupun mobil. Ada isi mobil dijarah oleh massa, rumah-rumah warga dan sejumlah toko menjadi sasaran. Pembakan gedung, mobil dan penjarahan toko masih berlangsung pada malam akan tiba. Di kawasan glodok, pembakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dimulai dengan dibakarnya pasar perniagaan. Perusakan dan pembakran pada tanggal 13 Mei 1998 ini melanda kawasan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara dengan skla dan lingkup yang berbeda.

Kerusuhan kembali terjadi pada pagi hari, tanggal 14 Mei 1998 dan meluas hampir keseluruh wilayah Jakarta dan meluas kewilayah-wilayah sekitar Jakarta seperti Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Kerusuhan pada tanggal 15 Mei 1998 tidak sehebat hari-hari sebelumnya. Massa penjarah, perusak, pemerkosa dan pembakar yang mengamuk diseluruh kawasan kota, tiba-tiba menghentikan aktivitasnya. Keesokan harinya, kondisi Jakarata mulai pulih dari kerusuhan. Beberapa pedagang kaki lima mulai menggelar dagangannya di Blok M. dibeberapa ruas jalan masih berserakan bangkai-bangkai kendaraan yang dibakar massa pada hari sebelumnya. Sejumlah pintu depan atau dinding toko-toko, perkantoran dan rumah penduduk ada tulisan ‘Milik Pribumi’, ‘Pribumi Asli’, ‘Asli Indonesia’.

Total kerugian fisik kerusuhan 13 – 15 Mei 1998 mencapi sekitar Rp. 2,5 Triliun yang merusak 40 Mall atau Plaza, 13 Pasar, 1604 toko, 2479 ruko, 12 hotel, 65 kantor bank, 383 kantor swasta, 24 restoran, 8 bus kota dan metro mini, 1119 mobil, 821 motor, 9 pom bensin, 486 rambu lalulintas, 11 taman, 18 pagar, 1026 rumah penduduk dan gereja, 2 kecamatan, 11 polsek.

 

Tim gabungan pencari fakta yang dibentuk pemerintah menyatakan ada lima jenis korban dari kerusuhan Mei 1998. Pertama, korban fisik dengan batasan pengertian menderita kerugian bagunan seperti toko, swalayan dan rumah yang dijarah, dirusak dan dibakar oleh massa. Kebanyakan warga keturunan Cina yang menjadi korban kerusuhan Mei 1998. Kedua, korban jiwa yakni orang-orang yang tewas pada saat kerusuhan Mei 1998. Ketiga, korban harta benda denngan mencakup pemahaman adanya orang-orang yang menderita akibat dirusak dan dijarahnya harta benda mereka dalam kerusuhan Mei 1998. Keempat, korban penyerangan seksual mencakup orang-orang yang menderita secara fisik dan fisikis akibat pelecehan seksual dan pemerkosaan didepan suami, anak dan keluarganya. Dan kelima, korban kehilangan pekerjaan karena gedung atau toko tempat kerjanya dirusak, di jarah dan dibakar oleh massa akibat kerusuhan Mei 1998.

Peristiwa pemerkosaan terhadap wanita-wanita keturunan Cina merupakan tragedy yang paling memilukan dari serangkaian kekejaman kerusuhan Mei 1998. Di dalam negeri timbul pro dan kontra apakah begitu biadabnya bangsa Indonesia untuk melakukan pemerkosaan massal.  Berita tentang pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Cina menyebar dengan cepat di luar negeri melalui jaringan internet dan seluruh dunia menjadi heboh. Gelombang protes dalam berbagai demontrasi terjadi dimana-mana, mulai dari Manila, Hongkong, Bejing, Boston dan tempat lainnya membawa poster menyebutkan Jakarta sebagai ‘Ibukota pemerkosaan wanita’.

Tim gabungan pencari fakta dalam laporannya menyebutkan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang ditemukan dalam kerusuhan Mei di bagi dalam beberapa ketegori, yaitu perkosaan, perkosaan dengan penganiyayaan, penyerangan seksual/penganiyayaan dan pelecehan seksual. Berdasarkan temuan TGPF jumlah korban kekerasan seksual adalah 85 orang korban. Seluruh kekerasan seksual ini terjadi di dalam rumah, di jalan dan di tempat usaha dengan mayoritas terjadi di dalam rumah atau bagunan. Sebagian besar kasus perkosaan adalah gangrape, dimana korban diperkosa oleh sejumlah orang secara bergantian pada waktu yang sama dan ditempat yang sama. Kebanyakan kasus perkosaan juga dilakukan dihadapan orang lain. Korban kekerasan seksual kebanyakan diderita oleh perempuan keturunan Cina.

Meledaknya kerusuhan rasial anti Cina dengan sasaran warga keturunan Cina merupakan puncak dari gunung es kecemburuaan, kedengkian dan mungkin kebencian sebagian masyarakat yang selama ini ditimbun kebijakan politik Orde Baru karena masefnya skala kerusuhan dengan korban yang mega besar serta dampaknya yang dasyat secara sosial, pisikologi, politik dan ekonomi. Kerusuhan Mei 1998 disebut TGPF sebgai targedi nasional yang sangat menyedihkan dan merupakan aib terhadap martabat dan kehormatan manusia, bangsa dan negara secara keseluruhan dimata masyarakat internasional.

 

Klik Selengkapnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s