Peran Negara: Sebuah Perdebatan

Tak   pernah  ada  negara  kaya dan

beradab , di  mana  sebagian masya

rakat tidak menggerogoti sebagaian

yang lain

(John C Calhoun)

 

Sebagai makluk jasmani dan rohani , yang diperlengkapi dengan akal budi dan kehendak merdeka , manusia sejak lahirnya adalah suatu pribadi , tetapi pribadi ini mula-mula lebih merupakan potensi , yang harus berkembang-terus –menerus untuk menjadi pribadi yang sempurna dan mencapai tujuan eksistensinya . Itulah panggilan dan tugas manusia . Sehubungan dengan itu dia diberi hak-hak asasi , yaitu hak-hak manusia sebagai manusia Dia tidak hanya berhak menggunakan hak-haknya itu , tetapi juga wajib menggunakannya karena hanya secara demikian dia dapat mengemban tugas hidupnya dan mencapai tujuan eksistensinya .

Untuk mencapai perkembangan pribadinya yang wajar dan mewujudkan kesejahteraan insani sepenuhnya , manusia tidak mencukupi dirinya sendiri melainkan memerlukan sesamanya . Hal itu berarti bahwa manusia harus saling membantu dan saling melengkapi Oleh sebab itu manusia wajib dan juga berhak untuk hidup dalam hubungan , pergaulan dan kerja sama dengan sesamanya, baik secara lepas maupun secara tetap dalam ikatan-ikatan yang permanent . Hal itu ditandaskan dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi PBB : “ Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat dan hanya di situ dia dapat mengembangkan pribadinya secara merdeka dan penuh .”

Oleh sebab itu manusia sebagai suatu keharusan membentuk bermacam-macam kesatuan sosial atau masyarakat . Pria dan wanita menikah dan membentuk keluarga , yaitu kesatuan sosial dasar yang paling kecil . “ Keluarga adalah kesatuan sosial dasar yang paling kecil .” “ Keluarga adalah kesatuan berkelompok yang alamiah dan dasar “ demikian pasal 16 ayat 3 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi manusia tersebut . Orang mendirikan desa, kota , propinsi , perkumpulan , dagang , olah raga , kesenian dan lain sebagainya .

Akan tetapi keluarga dan lain-lain kesatuan sosial yang bersumber pada kemauan bebas manusia untuk hidup bersama dan bekerja sama, belum dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya selengkapnya . Maka pada tingkat perkembangan tertentu manusia memerlukan kesatuan sosial yang lebih besar , yang mampu menangani segala urusan bersama untuk menjamin kesejahteraan umum dalam arti kesejahteraan manusia yang lengkap bagi semua anggotanya . Kesatuan sosial serupa itu adalah negara . Orang –orang Romawi kuno menyebutnya Res Publica , artinya urusan atau kepentingan  public . Sejumlah orang bergabung dan membentuk negara untuk menjamin kesejahteraan umum, yang tidak dapat diwujudkan oleh mereka masing-masing maupun kesatuan-kesatuan sosial yang lebih kecil dan terbatas ruang liingkup serta jangkauannya . Dengan demikian negara adalah suatu keharusan dalam arti bahwa manusia harus membentuk negara dan hidup sebagai warganya .

 

Hakikat, Tujuan dan Tugas Negara

Oleh sebab itu negara kiranya dapat dibatasi sebagai suatu kesatuan sosial atau organisasi yang mengantur dan menertibkan hubungan-hubungan antara para warganya dengan kekuasaan demi tercapainya kesejahteraan umum. Yang dimaksud dengan organisasi ialah sekelompok orang yang dengan pembagian tugas dan kerja sama mengejar suatu tujuan bersama . Lewat pembagian tugas itu setiap anggotanya mempunyai tugas tertentu dalam rangka keseluruhan , yang biasa disebut fungsi . Kerja sama demi tercapainya tujuan bersama itu pertama-pertama dijamin dengan adanya pembagian tugas yang jelas dan terarah pada tujuan bersama itu , dan kedua dengan adanya pimpinan yang memberikan bimbingan , melakukan koordinasi kegiatan-kegiatan para anggota dan mengadakan pengawasan agar segala sesuatu berjalan dengan baik dan masing-masing anggota mendapatkan bagian yang wajar dalam beban dan hasil usaha bersama . Setiap organisasi mempunyai pucuk pimpinan yang diserahkan kepada seorang  atau sekelompok petugas tertinggi . Dalam organisasi negara pucuk pimpinan itu adalah pemerintah dalam arti yang luas . Tugasnya ialah mengatur agar organisasi dengan bagian-bagiannya berjalan dengan lancar dan mengejar tujuannya dengan cara yang tepat dan efisien .

Selanjutnya negara mengatur dan menertibkan hubungan-hubungan antara para warganya dengan kekuasaan . Negara adalah suatu organisasi kekuasaan dan masyarakat yang bersangkutan adalah masyarakat kekuasaan . Untuk menjamin tercapainya kesejahteraan umum , negara dapat memaksa para warganya , yaitu menggunakan kekerasaan fisik sejauh perlu , agar peraturan-peraturan dan keputusan-keputusannya dilaksanakan.

Klik Selengkapnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s