Soekarno, Banteng dan Pemilu

Seperti biasanya setiap Pemilu pada masa pemerintahan Soeharto, Organisasi Peserta Pemilu yang berlambangkan kepala Banteng selalu menggunakan nama Soekarno sebagai pengikat massa. Hal ini tentu saja menunjukkan di satu pihak betapa luar biasa kedudukan Soekarno di hadapan massa pendukungnya tetapi di pihak lain juga menunjukkan betapa besar ketergantungan organisasi ini terhadap Soekarno. Pahlawan Proklamator itu menjadi sumber legitimasi organisasi yang menggunakan simbol kepala Banteng, melalui mana mereka mengidentifikasikan dirinya dengan massa pendukungnya. Tulisan ini mencoba secara ringkas menguraikan keterkaitan Soekarno dengan organisasi tersebut.

 

Milik PNI

Simbol kepala Banteng ini pada masa kekuasaan kolonial merupakan milik Partai Nasional Indonesia, sebuah partai nasionalis yang paling aktif dan mempunyai gema. Setiap langkah-langkah organisasi ini selalu menjadi perhatian  dari penguasa kolonial Hindia Belanda. Apalagi Soekarno sebagai singa podium mempunyai kemampuan menggerakkan massa untuk melawan kekuasaan kolonial. Ia merupakan daya tarik utama kaum nasionalis pada masa itu dan ia juga adalah seorang yang oleh orang-orang Indonesia bisa dijadikan sumber identifikasi, sehingga tidak mengherankan kalau orang masuk PNI disebabkan kepemimpinan Soekarno itu.

Perjalanan partai nasionalis ini tidak selamanya berjalan mulus. Ketika Soekarno berada di balik penjara, organisasi ini terpecah menjadi dua, yaitu Partai Indonesia (Partindo) dan Pendidikan Nasional Indonesia Baru. Setelah keluar dari penjara, ia berusaha menyatukan kedua organisasi, tetapi gagal. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk Partindo yang dianggap mempunyai banyak persamaan dengan PNI lama. Walaupun begitu ia tidak puas melihat perkembangan partai itu, apalagi ia mendengar adanya desas-desus bahwa PNI Baru juga bermaksud menggunakan nama lama itu. Ia mengusulkan kepada Badan Pengurus Partindo pada bulan Maret 1933 agar berubah namanya menjadi Partai Nasional Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperluas jumlah cabang Partindo, dalam persaingan dengan PNI Baru  Pada waktu itu, kepemimpinan partai nasionalis terpecah dua, yaitu Soekarno/Sartono bersaing dengan Hatta/Sjahrir. Bagi Soekarno pribadi, hanya dia yang berhak menggunakan nama asli itu, sebab itu adalah partainya.

Walaupun ia gagal mengubah nama partai itu, tetapi ideologi marhaenisme  yang merupakan rumusan orsinal yang diperkenalkan Soekarno. Secara resmi diterima sebagai dasar-dasar politik partai dalam kongres bulan Juli 1933. Berkaitan dengan itu, John Ingelson memberi komentar, ideologi ini tidah menunjukkan adanya perubahan penting dalam pemikiran politik Soekarno, hanya sekedar menghaluskan ide-idenya tentang politik, sosial dan ekonomi yang dikemukakan sejak tahun 1927 sejalan dengan arus utama gerakan nasionalis sekuler.

 

Nostalgia

Setelah Indonesia mencapai kemerdekaan. Dengan adanya Maklumat Pemerintah, yang menginginkan timbulnya partai-partai politik untuk menampung aspirasi yang berkembang di dalam masyarakat. Maka sejak itu berdirilah berbagai organisasi, salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia, bukanlah partai yang didirikan dulu pada masa kekuasaan kolonial dan juga bukan partai tunggal yang direncanakan sebagai partai negara, seperti biasanya dilakukan negara-negara berkembang dalam membangun bangsa dan negara.

Walaupun begitu, PNI memperoleh keuntungan banyak dengan mengaitkan namanya dengan Soekarno dan juga dengan adanya konotasi dengan nama Partai Nasional Indonesia yang direncanakan sebagai partai pelopor (partai tunggal) yang tidak jadi didirikan itu. Sebagian besar anggota partai itu adalah mantan anggota PNI lama, mereka masuk kedalamnya karena dianggap mempunyai kesesuaian dengan PNI lama dan mereka mengharapkan bahwa partai baru itu mempunyai sebagaian martabat PNI lama.

 

Selengkapnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s