Soekarno, DN Aidit dan PKI

Di hari ulang tahun PKI ke-45 ada seratus ribu yang datang ke stadion Bung Karno pada 23 Mei 1965. Mereka yang dijuluki semut merah yang berbaris memasuki stadion. Banyaknya tak terbilang, tertib, disiplin, siap mengorbankan diri, dan militan, dan sanggup menyengat jika diganggu. Semut merah ini, mata Soekarno merupakan pemandangan kejayaan yang megah. Presiden Soekarno menyambut acara itu dengan  bahagia dan menyampaikan pidato berapi-api dari podium, penuh pujian terhadap patriotisme PKI dan semangat perjuangnya melawan kekuasaan kolonialisme dan neokolonialisme dunia. Tidak ada partai politik lain yang dapat berharap untuk mengorganisasi rapat sebesar itu. PKI memiliki kombinasi yang langkah antara kecukupan dana, keanggotaan yang sangat luas dan dukungan presiden.

Sebagai seorang yang menaruh minat studi tentang sejarah pemikiran Soekarno, ada baiknya kalau saya mencoba memberi sedikit penjelasan tentang kaitan antara Soekarno  dengan DN Aidit dan PKI. Dengan kata lain, lewat tulisan ini sebenarnya pertanyaan yang harus diajukan adalah di manakah tempat PKI dalam pemikiran politik Soekarno.

Tetapi sebelum saya berbicara panjang lebar tentang hal diatas, izinkanlah saya mengutip pendapat Moh Hatta dalam bukunya, Bung Hatta Menjawab, mengenai hubungan Soekarno dengan DN Aidit. Menurut M Hatta, ia ketika itu selaku penasehat pada balatentara Jepang, berkantor di Jalan Pegangsaan. DN Aidit adalah satu dari satu pegawai dari sejumlah pegawai orang Indonesia, Di kantor itu hanyalah terdiri dari orang Indonesia dan memang M Hatta tidak menghendaki mempunyai pegawai orang Jepang.

Menurut Moh Hatta, ketika Soekarno memasuki ruangan, semua orang yang ada di ruangan biasanya langsung berdiri. Tetapi DN Aidit tidak beranjak dari tempat duduknya dan melihat perilaku yang diperlihatkan DN Aidit, Soekarno marah dan langsung mengajukan pertanyaan, mengapa tidak tetap duduk dan tidak berdiri seperti pegawai yang lainnya.

Teguran Soekarno, dijawab DN Aidit dengan  menyatakan,” Biasanya orang datang dan memberi salam, baru kami bediri. Ini Bung masuk, tanpa memberi salam. Lihat Bung Hatta, kalau dia masuk, dia memberi salam terlebih dahulu, baru kami berdiri membalasnya. Ini, Bung minta berdiri. Ini sistem Jepang. Kami tidak biasa demikian ,”

Menurut pengakuan Moh Hatta, melihat situasi semacam itu, akhirnya Hatta memutuskan untuk memindahkan DN Aidit ke kantor yang agak berjauhan tempat. Sebab kalau Hatta membiarkan DN Aidit berada di tempat semula, hanya merepotkan dirinya saja. Tampaknya Hatta mengerti betul tabiat kawan seperjuangannya, Soekarno.

Sebenarnya pengakuan Moh Hatta, telah menunjukkan bahwa Soekarno dan DN Aidit mempunyai bibit-bibit saling tidak menyukai satu sama lain. Tetapi dalam perjalanannya, masyarakat politik kemudian melihat  hubungan Soekarno dengan DN Aidit begitu mesra. Sebagaimana yang diperlihatkan di dalam perayaan ulang tahun PKI ke 45. Indonesia di bawah Demokrasi Terpimpin semakin bergeser ke kiri saja.

Kemarahan

Gerakan komunisme di Indonesia mengalami perjalanan panjang yang seringkali diwarnai gelombang pasang surut. Dalam kurun waktu pergolakan pergerakan nasional pada abad ke-20, gerakan komunis bersama dengan gerakan lainnya yang dilandasi oleh berbagai ideologi seperti Islam dan nasionalisme  mengekspresikan diri dalam bentuk aksi perlawanan terhadap penguasa kolonial Hindia Belanda.

Aksi perlawanan itu disalurkan melalui protes terhadap berbagai kepentingan penguasa kolonial. Yang paling konkret berupa aksi konfrontasi secara frontal yang mengandalkan kekuatan fisik. Keterlibatan PKI dalam pergulatan ini terlihat dengan meletusnya aksi perlawanan yang dirancang dan sekaligus dilakukan organisasi itu sepanjang tahun 1921-1927.

 

Selengkapnya…..

Satu pemikiran pada “Soekarno, DN Aidit dan PKI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s