Wisata Sejarah Soekarno Muda

Soekarno Muda : Bandung 1921 – 1934
( Episode 1 )

 

Babak I

Narasi 1  – Tiba di Parijs van Java

Pada bulan Juni 1921, Soekarno memasuki kota Bandung, kota seperti Princenton atau kota-pelajar lainnya. Technische Hoogeschool adalah perguruan tinggi pertama di Hindia Belanda. Ketika Soekarno pindah dari Surabaya ke Bandung, Tjokroaminto, mertua Soekarno telah mengusahakan  dulu tanpa Siti Oetari untuk mengatur tempat dan melihat-lihat kota, rumah mana yang akan menjadi tempat tinggal mereka berdua selama empat tahun. Haji Saunusi datang sendiri menjemput Soekarno di stasiun dan membawa Soekarno ke rumahnya tak jauh di sebelah selatan stasiun. Haji Sanusi  adalah pemilik toko bangunan yang berhasil di Jalan Kebon Jati di pusat kota Bandung.

Di sekitar tahun 1920-an itu Bandung cepat berkembang menjadi pusat pemikiran dan gerakan nasionalis. Gagasan-gagasan yang lahir di kota ini berwatak radikal, tetapi kurang bersifat ideologis dari yang disajikan Sarekat Islam maupun PKI. Gagasan-gagasan itu menekankan kemerdekaan dan penempaan suatu bangsa Indonesia, tetapi kurang memberi perhatian bentuk masyarakat atau sifat negara merdeka yang akhirnya akan muncul itu. Suasana intelektual Bandung dengan demikian berbeda secara menyolok dari suasana Surabaya yang ditinggalkan Soekarno. Sesungguhnya sangat menarik untuk diketahui, sampai berapa jauh kegiatan politik Indonesia sepanjang seluruh periode ini bergeser menjadi persaingan antara pusat-pusat kota utamanya. Dari tahun 1916 sampai 1921 persaingan itu terjadi antara Surabaya, markas besar Sarekat Islam, dan Semarang sebagai pusat alam pemikiran Marxis. Dari tahun 1921 sampai 1923 sayap moderat Sarekat Islam di Yogyakarta semakin bertambah penting dan suatu perimbangan hubungan segitiga telah tercipta antara Yogyakarta, Surabaya dan Semarang. Tetapi Bandung pun mulai memantapkan peranannya menjadi suatu pusat alam pemikiran nasionalisme sekuler, dan di tengah-tengah inilah Soekarno bergerak, di lingkungan suatu kelompok kecil  yang aktif mengambil bagian dalam pelbagai diskusi tentang hakekat situasi kolonial, landasan kekuasaan Belanda dan pilihan cara yang dapat digunakan untuk mengerahkan tantangan terhadap kekuasaan itu.

Narasi 2  — Peter Kasenda naik delman dari stasiun ke Kebon Jati

Narasi 3  —  Tiba di rumah Haji Sanusi  dan bertemu Inggit Ganarsih

Di sini Soekarno bertemu dengan istri Haji Sanusi, Inggit Ganarsih. Soekarno yang berusia dua-puluh tahun dan masih hijau tak berpengalaman terpesona melihat seorang perempuan dalam umur tigapuluhan yang sudah matang dan berpengalaman. Perawakannya kecil, sekuntum bunga merah yang cantik melekat di sanggulnya dan senyuman yang menyilaukan mata, begitu pengakuan Soekarno 40 tahun kemudian.  Inggit Ganarsih ingat ketika itu, Soekarno mengenakan peci beludru hitam kebanggannya, pakaian putih-putih. Tidak terlalu tinggi badannya. Ganteng. Anak muda yang bersolek, parlente.

Inggit Ganarsih bagaimana pada mulanya Soekarno itu sampai di rumah Haji Sanusi dan Inggit Ganarsih. Haji Sanusi menerima sepucuk surat dari Tjokroaminto yang menceritakan, bahwa menantunya. akan bersekolah di Bandung dan meminta agar Haji Sanusi mencarikan sebuah pemondokan baginya. Kemudian Haji Sanusi bertukar pikiran dengan Inggit Ganarsih mengenai pemondokan Soekarno. Pada akhirnya Haji Sanusi mengusulkan agar Soekarno tinggal di kamar depan rumah Haji Sanusi. Tetapi Inggit Ganarsih berkeberatan karena harus melayani Soekarno dengan istimewa sebab ia menantu Tjokroaminoto dan terlebih Soekarno seorang student, tentu bakal banyak temannya. Berbeda dengan Inggit Ganarsih, Haji Sanusi malah beranggapan kehadiran student bakal menjadi kebanggaan.

Namun akhirnya suami-istri mendapatkan kesepakatan, bahwa untuk sementara bisalah mereka berdua tempatkan Soekarno di kamar depan, sambil mencari tempat yang lebih pantas, rumah yang lebih memadai dan yang lebih disukainya. Tetapi ketika Soekarno memasuki kamar yang disediakan baginya, Tampaknya Soekarno merasa cocok dengan tempat tinggalnya yang baru untuk sementara waktu, Soekarno memutuskan untuk di tinggal di rumah Haji Sanusi untuk selama bersekolah di THS.

 

Selengkapnya…..

Satu pemikiran pada “Wisata Sejarah Soekarno Muda

  1. Ping balik: Hubungan Ideologis NU dengan Soekarno | Bani Madrowi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s