Memahami Soekarno Lewat Teks

Dalam tahun 1966, Bernhard Dahm berkunjung ke Indonesia buat pertama kalinya sesudah buku Sukarnos Kampft um Indonesiens Unabhangigkeit – Wedergang und Indeeneines asiaschen Nationalisten diterbitkan pada permulaan tahun 1965. Kesempatan ini dipergunakannya untuk menemui tokoh yang menjadi pusat perhatiannya, yaitu Presiden Soekarno almarhum. Ketika Bernhard Dahm bertemu dengan Presiden Soekarno, Presiden Soekarno telah membaca buku Bernhard Dahm, Buku Bernhard Dahm ini semula diajukan sebagai disertasi untuk memperoleh gelar Doktor dari Universitas Kiel, Jerman Barat, pada tahun 1964. Pada tahun 1965 naskah ini diterbitkan sebagai buku dalam bahasa Jerman, kemudian dalam bahasa Belanda pada tahun 1966, dan bahasa Inggris pada tahun 1969 oleh Cornell University Press.

Menurut Bernhard Dahm, dalam kata pengantarnya buat edisi bahasa Inggris ini, sungguhpun Soekarno mengetahui bahwa orang-orang komunis terlibat dalam Persitiwa 30 September 1965, namun dengan bersikeras kepala dia menolak tuntutan dari semua pihak untuk membubarkan PKI.” Mengapa Anda tidak melarang PKI”, tanya Bernhard Dahm. “Engkau tak dapat menghukum suatu partai secara keseluruhan berdasarkan kesalahan segelintir orang”, jawab Soekarno.  Setelah mendengar jawaban yang demikian Bernhard Dahm lantas mengemukakan bahwa Soekarno pernah berbuat begitu terhadap Masyumi dan PSI di tahun 1960. Soekarno lalu menjelaskan bahwa “ Masyumi dan PSI … merusak perjalanan revolusi kami. Sedangkan PKI merupakan tombak (avant-garde) dari kekuatan-kekuatan revolusioner. Kita membutuhkannya untuk melaksanakan keadilan sosial dan kemakmuran masyarakat.

Kemudian Bernhard Dahm melanjutkan pembicaraan dengan menanyakan apakah dia masih tetap berpegang pada konsep NASAKOM. Masih, jawab Soekarno, ” Aliran-aliran ini merupakan faktor-faktor obyektif dari masyarakat kami. Dan jika Anda ingin mengadakan perubahan-perubahan  di  dalam  masyarakat  itu  Anda  harus mempersatukan mereka.”

Dialog di atas kembali mengingatkan Bernhard Dahm pada Soekarno di permulaan tahun diua puluhan sewaktu dia mulai muncul sebagai salah seorang pemimpin pergerakan nasional Indonesia yang menghendaki persatuan dalam ungkapan dan tuturan kata-kata yang kurang lebih sama. “ Jelas, kata Bernhard Dahm,” caranya menghadapi masyarakatnya yang pluralistis tidak pernah berubah. Demikianlah, pesannya selalu tetap sama; menentang imperialisme sampai titik terakhir di satu pihak, sedangkan di pihak lain membangun sebuah orde baru dengan jalan mengawinkan ideologi-ideologi yang berbeda ke dalam suatu keseluruhannya yang harmonis”, Dengan lain perkataan Bernhard Dahm berpendapat bahwa Soekarno tetap “konsisten”, tidak pernah berubah.

Menurut Bernhard Dahm, Soekarno sudah mengenal semua aliran politik dalam pergerakan Indonesia, dan ia memiliki kualifikasi-kualifikasi yang ideal bagi tugas menciptakan persatuan, tanpa harus segera berhadapan dengan perlawanan yang sengit dari pihak yang mana pun. Sebab, masing-masing dari sekian banyak partai dan perhimpunan ini, hampir tanpa kecuali, dapat ditelusuri sumbernya keapada salah satu dari ketiga aliran politik yang mendasarinya – Nasionalisme, Islam, atau Marxisme. Soekarno sudah tidak asing lagi dengan semua ideologi itu, dan belakangan ini telah memperdalam pengetahuan teoritisinya mengenai Marxisme dan tentang kebangkitan kembali Islam.

Kuartal keempat 1926 – sekitar tiga bulan setelah ia menuyelesaikan studinya – Soekarno menulis dalam Indonesia Moeda, majalah Studie club Bandung, artikelnya yang pertama dari artikel mengenai “Nasionalisme, Islam, Marxisme, di mana ia menyeruhkan kerjasama yang lebih erat di antara ketiga golongan tersebut.

Klik selengkapnya…

 

Satu pemikiran pada “Memahami Soekarno Lewat Teks

  1. Saya sedang mencari buku tsb, apakah Bapak memilikinya :
    1. Hystory of Indonesia in the Twentieth Century. By: Benhard Dahm.
    2. The Rise of Communism. By: Ruth McVey
    Terima kasih sebelumnya.
    Salam,
    Dekky Mulyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s