Mengenal Sosok Misterius Kolonel Zulkifli Lubis

Sabtu, 18 Agustus 2012

Menerbitkan buku gampang-gampang susah. Ada yang mudah, tetapi tidak sedikit yang harus memerlukan perjuangan dan kesabaran. Penulis memang harus sabar, terutama menunggu evaluasi penerbit untuk memutuskan sebuah naskah layak diterbitkan. Waktu tunggu rata-rata tiga sampai enam bulan. Dari situ akan diputuskan sebuah naskah dikembalikan atau dicetak.

Namun, “masa tunggu dan kesabaran” Peter Kasenda sangat diuji sehingga tak heran ketika diberi tahu naskahnya akan diterbitkan, dia menitikkan air mata. Betapa tidak, dosen sejarah Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta ini harus menanti 20 tahun sebelum akhirnya naskah ini diterbitkan!

Buku ini terbagi ke dalam 18 bagian, di antaranya Tanah Rencong, Mengenal Dunia Intelijen, Menantang Nasution, Daerah Bergolak, dan Peristiwa Cikini. Kolonel Lubis di antaranya dikenal sebagai pentolan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) era Presiden Soekarno dan Jenderal AH Nasution. Dia senantiasa berseberangan dengan Nasution. “Sebagaiman layaknya sosok seorang intelijen, kehidupan Zulkifli menjadi misterius. Sedikit sekali orang mengetahui siapa sebenarnya Zulkifli Lubis itu” (hal 9).

“Buku ini sarat dengan nilai-nilai perjuangan Zulkifli Lubis sejak remaja hingga puncak kariernya sebagai petinggi Angkatan Darat, penuh suka duka berikut intrik-intrik politiknya.” Demikian yang ditulis di sampul belakang.

Di masa pasca kemerdekaan, negara berjuang mengonsolidasi daerah-daerah agar tak terpecah-pecah. Betapa berat perjuangan mempersatukan Nusantara pada awal-awal kemerdekaan hingga menjelang tahun enam puluhan. Meski begitu, pilihan Pemerintah Jakarta yang cenderung sentralistik dan sangat mengurangi otonomi daerah menimbulkan banyak kekecewaan para panglima militer di daerah.

Usulan-usulan Wakil Presiden Muhammad Hatta agar lebih banyak dilaksanakan otonomi daerah, tidak ditanggapi pusat. Bahkan, sampai Hatta mengancam mengundurkan diri dan benar-benar mundur. Peristiwa ini semakin meningkatkan kekecewaan daerah, terutama Sumatra Barat, yang kemudian panglima militernya mengambil alih posisi gubernur yang kebetulan dijabat orang Jawa.

Hal yang sama juga terjadi di Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, atau Sumatra Selatan. Di daerah-daerah itu para panglima militer mengikuti jalan sejawatnya di Sumatra Barat, yaitu mengambil alih jabatan gubernur sebagai protes terhadap pemerintah pusat di Jakarta. Upaya konsolidasi kemudian dilakukan PM Djuanda. Meski pada awalnya ada tanggapan positif karena dia ingin memperluas otonomi daerah, namun akhirnya upaya itu gagal juga.

Buku Zulkifli Lubis Kolonel Misterius di Balik Pergolakan TNI AD dilengkapi gambar-gambar penting masa-masa pergolakan. Ada juga gambar atau foto teks asli naskah proklamasi yang dibacakan Soekarno yang ada coretannya, yang mungkin banyak kaum muda belum mengetahui naskah asli tersebut. Contoh adalah pencantuman tahun 17-8- 05 bukan 17-8- 45 sebab itu disesuaikan dengan tahun Jepang 2605, sama dengan 1945 tahun Indonesia (internasional).

Zulkifli melarikan diri ke hutan di Sumatra karena dituduh sebagai dalang peristiwa Cikini, yaitu pelemparan bom terhadap mobil Presiden Soekarno seusai mengunjungi SD Cikini, tempat anak-anaknya menimba ilmu (hal 158). Pelariannya disertai Ibrahim Saleh. Zulkifli muda mengikuti pelatihan militer Jepang bersama Kemal Idris dan serta Daan Mogot. Mereka mengikuti pelatihan Dinas Intelijen Khusus Tentara Ke-16 AD Jepang di Tangerang. Setelah lulus, dia dikirim ke Bogor untuk pelatihan Peta . Di sini Zulkifli bertemu Soeharto (hal 31). Dia menjadi asisten pelatih di kompi Soeharto.

Begitulah perjalanan militer Zulkifli terus menanjak sampai menjadi Wakil KSAD. Buku ini cukup lengkap untuk melihat sisi lain masa perjuangan pascakemerdekaan atas perjalanan militer terutama AD. Mereka yang mendalami sejarah militer Indonesia perlu membaca buku ini. Demikian juga masyarakat pada umumnya.

Diresensi oleh Ign Dhama Wahyu S,
Mahasiswa Atma Jaya, Yogyakarta
——————————————-


Judul : Zulkifli Lubis Kolonel Misterius di Balik Pergolakan TNI AD
Penulis : Peter Kasenda
Penerbit : Kompas Media Nusantara
Terbit : Juni 2012
ISBN : 978-979-709-646-5
Tebal : xiv dan 218 halaman

 

 

 

Link: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/98575

Iklan

Satu pemikiran pada “Mengenal Sosok Misterius Kolonel Zulkifli Lubis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s