Akhir Hayat Tragis Soekarno

Hari hari Terakhir Sukarno penulis Peter Kasenda

Tragedi Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menjadi titik balik kekuasaan Soekarno. Peristiwa G30S/ PKI adalah skema politik elite. Tragedi paling memilukan itu telah menjungkirbalikkan kewibawaan takhta dan kuasa serta karisma Soekarno dari tapuk kepemimpinan.

G30S/PKI adalah rangkaian skenario kudeta merangkak. Soeharto dan kroni dianggap sebagai aktor lapangan pemakzulan Soekarno. Ada benturan paham kapitalisme dan ideologi sosialisme yang acap digelorakan Soekarno di Indonesia, bahkan dunia internasional.

Kongkalikong asing dan elite negeri dijalankan dengan merangkai kisah palsu, sejarah G30S/PKI. Rekayasa, manipulasi, dan politisasi fakta diperagakan Soeharto dengan menunggangi kekuatan Angkatan Darat.

Soekarno dan PKI dituding sebagai dalang pembunuh enam jenderal secara bengis dan bahkan biadab. Wacana politik berkembang sehingga posisi Presiden Soekarno kian terpojok. Dia dihabisi secara politik oleh Soeharto dengan rangkaian peristiwa diciptakan. Presiden Orde Baru melekatkan wacana di balik pembunuhan enam jenderal Soekarno yang di-back-up PKI.

Di tingkat elite kekuasaan, Soekarno semakin lemah. Derasnya tekanan politik membuat dia dijauhkan dari kursi kekuasaan. Pada arus bawah, anggota, simpatisan PKI dibantai dengan sangat keji. Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan kekejaman dialami PKI mengakibatkan tak kurang 500.000 orang meninggal.

Presiden pertama benar-benar tengah berada pada kemunduran total. Ia orang yang menyukai keramaian, dan pemerintah telah mengambilnya dengan semena-mena dari dirinya. Soekarno sangat kesepian. Inilah yang mengikis habis seluruh semangat hidupnya (halaman 212). Kekejaman politik telah mengubah sejarah hidup Soekarno dengan kisah memilukan. Tragedi G30S/PKI, termasuk tipu muslihat “pengalihan kekuasaan” melalui Surat Perintah 11 Maret 1966.

Dalam penderitaan, sang proklamator mencoba bangkit dengan pledoi untuk mengembalikan wibawa kekuasaannya. Pidato Nawaksara pada 22 Juni di hadapan MPRS untuk meneguhkan kekuasaannya ditolak.

Kekuasaan pemerintahan porklamator itu secara resmi dicabut MPRS pada 12 Maret 1967 dengan Ketetapan MPRS No XXXIII/MPRS. Terlihat begitu jelas upaya penggulingan diperlihatkan secara terang-terangan. Soeharto mengatakan ketidakjelasan mengenai keterlibatan Soekarno dalam peristiwa G30S, tapi mengapa Soeharto membiarkan adanya ketetapan MPRS pencabutan kekuasaan presiden dijatuhkan.

Selain itu, kalau Soeharto mengeluarkan pernyataan, “Kecuali jika masih ada fakta yang belum ditemukan pada hari ini, mengapa Soekarno tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan fakta, kalau memang dia tidak terlibat” (halaman 186-187).

Buku ini tidak saja melukiskan seting sejarah politik seputar kudeta pemimpin tertinggi pemerintahan, tapi juga mengungkap (dan terumata) hari-hari ayah Ketu Umum PDIP Megawati ini yang penuh penderitaan di pengasingan, sakit, dijauhkan dari keluarga dan rakyat.

Soekarno benar-benar tak berdaya kala itu. Buku ini dengan data autentik sejarah menuliskan derita presiden pertama pasca penggulingan. Sejarah tragis mantan pemimpin besar negara. Bahasa lain, dia “dibunuh” secara halus oleh kebengisan politik.

Senja sebuah orde dengan pemimpin legendaris yang sengaja dilupakan. Sepeninggal Soekarno pada 21 Juni 1970, jejaknya coba dihilangkan. Elite politik yang keji tak menghendaki Bung Karno dikebumikan di makam pahlawan. Makamnya dikhawatirkan kelak menjadi simbol kebangkitan perlawanan terhadap kolonialisme atau imperialisme, bahkan Orde Baru, jika dimakamkan di pusat kekuasaan: ibu kota. Akhir hayat tragis putra sang fajar.

Diresensi Andi Andrianto, tinggal di Yogyakarta. (Koran Jakarta, 10 Oktober 2012)

Link: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/102678

————————————————-

Deskripsi Buku:

Judul Buku : Hari-Hari Terakhir Sukarno
Penulis : Peter Kasenda
Penerbit : Komunitas Bambu
Terbit : 2012
Tebal : 270 halaman

Satu pemikiran pada “Akhir Hayat Tragis Soekarno

  1. para jendral dibunuh, soeharto naik pangkat. pki dibunuh, soeharto jadi presiden.. jangan jangan, soeharto adalah.. PAK DALANG!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s