Memahami Pancasila

Setiap bangsa memiliki ideologi sendiri. Ideologi ini pada umumnya dirumuskan berdasarkan perjuangan dan perjalanan sebuah bangsa, serta disesuaikan dengan visi bangsa tersebut. Ada sejumlah ideologi  yang dianut oleh bangsa-bangsa yang ada di dunia ini, antara lain marxisme-lenisme, liberalisme, fasisme dan fundamentalisme agama. Semua ideologi ini memiliki sejarah dan tujuan tersendiri. Bangsa Indonesia memilih Pancasila karena dianggap satu-satunya ideologi yang sesuai dengan kepentingan Indonesia, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan disepakati Pancasila sebagai ideologi bangsa, maka Pancasila menjadi pedoman hidup masyarakat dan secara moral mengikat sekaligus membimbing segenap perilaku dari kehidupan negara dan bangsa yang didalamnya juga tercakup kehidupan individu maupun masyarakat .

 

Apabila ditelusuri secara seksama, kenyataan menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan negara-negara yang ada di dunia disebabkan oleh suatu kondisi di mana mereka memiliki, meyakini, dan melandasi gerak langkahnya pada nilai-nilai tertentu. Ada sebuah visi atau tujuan yang menjadi acuan dasar setiap komponen masyarakat. Misalnya Amerika Serikat, Negara Paman Sam ini dibangun dengan suatu cita-cita bersama yang tertanam dalam segala lapisan masyarakat, yaitu American Dream. Cita-cita ini tertaman kuat di benak setiap warga Amerika Serikat dan menjadi filosofi hidup mereka dalam konteks kenegaraan. Contoh yang lain adalah Korea Selatan yang mempertahankan semangat untuk membalas kelalahan dari Jepang  dengan slogan  “ Beat Japan Everywhere”. Semangat inilah yang menjadikan industri Korea Selatan sedemikian majunya.

 

Salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan suatu negara adalah modal sosial. Negara-negara maju adalah negara yang memiliki modal sosial yang tinggi. Modal sosial bisa diartikan sebagai kapasitas individual untuk menguasai sumber daya yang terbatas dengan menggunakan keterlibatannya dalam kelompok, atau dalam struktur sosial yang lebih luas Kemampuan untuk memiliki modal sosial tidak berada pada individu tetapi didapatkan melalui hubungan-hubungan yang terjalin dengan orang lain. Oleh karena itu modal sosial merupakan hasil embeddednees  dari struktur sosial.

 

Modal sosial memiliki tiga indikator, yakni kepercayaan, norma dan jaringan. Negara sebagai insitusi memiliki peranan yang amat penting dalam melanggengkan keberadaan modal sosial, sebab negara merupakan insitusi yang paling terorganisir dan memiliki penguasaan atas sumber daya yang paling besar dibandingkan dengan insitusi dalam negara lainnya. Negara merupakan agen perubahan dari komunitasnya. Oleh karena itu tanggung jawab dalam menjaga kelanggengan modal sosial dibebankan kepada negara. Modal sosial merupakan norma dan relasi sosial yang tertanam dalam struktur sosial masyarakat yang membuat masyarakat dapat mengkoordinir tindakan untuk mencapai tujuan.

 

Baca Selanjutnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s