Masa Gelap Pancasila

Pemikiran tentang imperialisme dan kolonialisme bergumul dengan pertanyan : Mengapa bangsa-bangsa di Eropah melakukan ekspansi keluar dan menguasai bangsa-bangsa lainnya. Apa yang menjadi dorongan utamanya ? Ada tiga kelompok teori yang memberikan jawaban terhadap pertanyaan ini, yakni (1) Teori God menyatakan idealisme manusia dan keinginannya untuk menyebarkan ajaran Tuhan, untuk menciptakan dunia yang lebih baik; (2) Teori Glory menyatakan kehausan manusia terhadap kekuasaan, untuk kebesaran pribadi maupun kebesaran masyarakat dan negaranya; dan (3) Teori Gold menekankan pada keserakaan manusia, yang selalu berusaha mencari tambahan kekayaan, yang dikuasai oleh kepentingan ekonomi.

Teori Gold bisa dirujuk dari pendapat John A Hobson, yang menjelaskan, imperialisme terjadi karena dorongan untuk mencari pasar dan investasi yang lebih menguntungkan. Imperialisme terkait dengan kapitalisme. Pada suatu saat, perkembangan kapitalisme mencapai sebuah keadaan di mana produktivitas menjadi semakin meningkat tetapi pasar di dalam negeri terbatas. Buruh yang dibayar dengan upah yang rendah tidak mampu membeli kelebihan produksi yang ada. Karena itu, hasil-hasil produksi ini harus dicarikan pasar di luar negeri.

Pada titik ini juga, investasi di dalam negeri menjadi kurang menguntungkan, karena pasar dalam negeri sudah jenuh. Maka, modal yang ada diekspor keluar. Modal diinvestasikan di negara-negara lain yang pasarnya masih belum jenuh. Kedua hal inilah, yakni usaha untuk mencari pasar baru dan usaha untuk menemukan daerah investasi yang lebih menguntungkan, yang mengakibatkan terjadinya imperialisme. Dengan pertolongan negara yang menggunakan armada militernya, pasar dan investasi di luar negeri diamankan. Imperialisme menguntungkan kaum kapitalis finansial, yakni kaum kapitalis yang menguasai uang. Merekalah yang mendesak pemerintahnya untuk melakukan ekspansi kekuasaan politiknya. Imperialisme bisa dicegah kalau upah buruh dinaikkan, sehingga peningkatan produksi barang-barang industri bisa diserap di dalam negeri sendiri, sehingga tidak usaha mencari penyalurannya keluar.

Pendapat ini kemudian mendapat tanggapan dari VI Lenin di dalam bukunya yang berjudulnya Imperialism : The Highest Stage of Capitalism (1916). Menurut Lenin, imperialisme merupakan puncak tertinggi dari perkembangan kapitalisme. Kapitalisme yang mula-mula berkembang melalui kompetisi di pasar bebas, kemudian setelah tumbuh perusahaan-perusahaan raksasa (sementara yang lemah mati), muncullah kapitalisme monopoli. Beberapa perusahaan besar praktis menguasai pasar. Unsur baru dari kapitalisme yang baru ini adalah berkuasanya kaum monopolis yang baru ini adalah berkuasanya kaum monopolis yang merupakan gabungan dari pengusaha-pengusaha yang paling besar.

Baca Selengkapnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s