Penelitian Sejarah dan Bibliografi

Masalah pertama yang dihadapi seorang pengarang untuk merumuskan sebuah karangan adalah subyek pembicaraan. Penetapan subyek sebelum mulai menggarap suatu karangan merupakan suatu keahlian. Subyek mana yang akan dipergunakan dalam sebuah karangan agaknya bukan merupakan sebuah persoalan. Namun seringkali pula justru hal inilah yang menjadi beban yang tidak kecil bagi mereka yang baru mulai menulis. Mereka sukar sekali menemukan subyek mana yang kiranya dapat dipergunakannya untuk menyusun karangannya.

Biasanya gurubesar-gurubesar sejarah seringkali menyimpan daftar subyek yang mereka angggap penting untuk diselidiki oleh mahasiswanya. Penerbit dan editor kadang-kadang mempunyai judul buku-buku dan artikel-artikel bagi calon pengarangnya. Akan tetapi pengarang yang tidak berpengalaman perlu dianjurkan agar supaya tidak dipengaruhi oleh preferensi seorang guru, penerbit atau editor, melainkan hendaknya mengikuti pilihannya sendiri.

Dengan atau tanpa bantuan, seorang pemula dengan mudah dapat menemukan sebuah subyek yang menarik minatnya dan subyek itu akan layak untuk diselidiki, setidak-tidaknya pada tahap pengantar. Ia hanya perlu menanyakan empat perangkat pertanyaan

1    perangkat pertanyaan yang pertama bersifat geografis
2    perangkat pertanyaan yang kedua bersifat biografis
3    perangkat pertanyaan yang ketiga bersifat kronologis
4    perangkat pertanyaan yang keempat bersifat fungsional

Jawaban    atas    keempat    pertanyaan   tersebut   akan   memberikan
pandangan kepada sejarawan mengenai batas-batas daripada minat sejarahnya. Seorang pemula biasanya cenderung untuk terlalu ambisus, sebagian besar disebabkan karena kurangnya pengalaman belum memberikan kepadanya wawasan mengenai besarnya, jumlah kesaksian yang mungkin ada mengenai subyek pilihannya. Agaknya lebih jarang kejadian bahwa si pemula merasa lemah semangatnya karena tidak mampu menemukan cukup bahan untuk menyusun laporan yang tipis sekalipun Tetapi sesuatu subyek dapat dikurangi ruang lingkupnya, jika bahan-bahannya terlalu banyak bisa dipergunakan secara pantas dan layak; hal itu dapat dilakukan dengan mengurangi (1) wilayah geografisnya, (2) jumlah orang, (3) jangkauan waktu, atau (4) jenis kegiatan manusia yang tersangkut. Sedangkan suatu subyek yang sukar mendapatkan sumber-sumbernya, dapat diperluas didalam salah satu diantara empat bidang tersebut.

Klik selanjutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s