Presiden Soekarno dan Nasakom

Soekarno dan Aidit (Foto: Arsip Nasional)

Soekarno dan Aidit (Foto: Arsip Nasional)

Pendapat bahwa Soekarno telah menetapkan jalan ke kiri di bawah Demokrasi Terpimpin memang merupakan hal yang menarik. Tetapi apa yang menjadi tujuan akhir politik presiden yang kelihatannya pro PKI dan antitentara ini? Dan apakah motivasinya? Apakah ia memang memajukan apa dan hanya melindungi PKI, dan sewaktu-waktu bertindak untuk menjaga keseimbangan, jika tekanan kepada partai ini akan menyebabkan pergeseran? Bagaimanapun, tentara mempunyai kekuatan senjata, dan dalam pengertian ini ia selamanya lebih unggul dari saingan-saingan politiknya, dan bisa mempergunakannya terhadap apa pun usaha Soekarno untuk membendungnya. Dapat juga dicatat, meskipun Soekarno sejak tahun 1960 secara terus-menerus berbicara tentang kebaikan sautu pemerintahan Nasakom, dan sering didengar bahwa akan dilaksanakan dengan jalan perombakan kabinet, ternyata ini tidak pernah terjadi. Apakah ia memang ingin melaksanakannya, tetapi kemudian merasa kurang mampu untuk melakukannya ? Atau apakah ia sengaja membuka kemungkinan kabinet Nasakom – tetapi tetapi tidak lebih dari itu, sekedar merupakan kemungkinan kemungkinan saja?

Setidak-tidaknya dapat dinyatakan tujuan Soekarno adalah membawa PKI pada gengsi yang lebih besar, tetapi sekali-kali tidak membawanya lebih dekat pada kekuasaan yang nyata. Untuk PKI, langkah terakhir ini tertahan-macet serlamanya, sehingga kemajuan-kemajuan yang didapatnya setahap demi sethap selama tahun-tahun Demokrasi Terpimpin, jika dibandingkan, tidak banyak berarti. Sekiranya mencapai kekuasaan, seharusnya mrreka sekarang sudah termasuk dalam rezim itu. Secara ideologis, mereka terkurung, menyokong Soekarno dengan imbalan dijinakkan dalam prosesnya. Menjelang tahun 1963, PKI semakin khawatir, meningkat jumlah anggota dan bertambahnya grngsi telah disertai pula dengan lunturnya disiplin partai, merosotnya moral dan sirnanya élan revolusionernya.

Memang sulit memberikan kepastian tentang kecenderungan ini. Menjelang tahun 1963, PKI sungguh lebih kuat dari sebelumnya, dan tentara agak kurang kuat atau sekurang-kurangnyanya tidak bersikap mendua di bawah kontrol pimpinan antikomunis yang ketat. Ketika itu, seluruh perimbangan kekuatan politik dalam negeri berkaitan dengan masalah-masalah politik luar negeri. Persoalan Irian Barat yang selesai pada tahun 1962 disusul dengan konfrontasi terhadap Malaysia ( John D Legge, 1985 : 374 – 375 )

Nasakom adalah kembangkitan kembali dari tulisannya yang lama tentang “ Nasionalisme, Islam, dan Marxisme.”. Tetapi apabila diteliti lebih cermat ternyata fungsinya sangat berbeda. Tulisannnya pada tahun 1926 itu direncanakan tahun-tahun perjuangan dan itu sebenarnya dimaksudkan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan dan membina usaha bersama Nasakom adalah penemuan ketika ia berkuasa. Pada permulaan tahun 1960-an, sesungguhnya Soekarno masih berpikir dalam rangka mengatasi konflikdan perpecahan, tetapi dengan cara yang agak berlainan. Ia tidak lagi yakin mampu mempersatukan kekuatan yang saling berlawanan dalam dunia politik Indonesia, dan ia melihat hal ini dengan cermat, tidak dalam bentuk idealistic, tetapi dalam bentuk keterpaksaan praktis dan tekanan-tekanan praktek politik sehari-hari. Ia melihat perlunya merukunkan aliran-aliran politik yang besar, tetapi keinginan adalah menjerat mereka dan selanjutnya selain mempersatukan mereka juga menempatkannya dalam suatu keseimbangan. Kadar persatuan mereka tergantung pada ukuran Soekarno sendiri. Dan Nasakom harus dilihat dalam pengertian ini. Ia adalah suatu taktik yang diperhitungkan bukan untuk mempersatukan kekuatan-kekuatan yang saling bersaing, tetapi untuk memperatahankan kedudukannya sebagai pemegang neraca dan juru pisah.

Baca selanjutnya…..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s