Daendles, Raffles dan Kolonialisme

Dalam tulisan “Nasionalisme, Islamisme dam Marxisme“ (1926/1927) di Indonesia Muda, Soekarno menegaskan yang pertama-tama  perlu disadari adalah alasan utama para kolonialis Eropa datang  dan menjajah bangsa Asia selama berabad-abad bukan untuk menjalankan kewajiban luhur tertentu, tapi karena alasan ekonomi. Dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat, Soekarno menegaskan bahwa kolonialisme menyebar ke seluruh muka bumi yang mungkin…

Masyarakat Terbelah dan Konsolidasi Demokrasi

Republik adalah ide minimal untuk menyelenggarakan keadilan, kesetaraan dan kemajemukan. Di dalam Republik, status primer seseorang adalah sebagai warga negara (citizen). Ia tentu memiliki sejumlah status privat: agama, etnis dan lain-lain.  Di sini, kita menyelenggarakan kemajemukan. Artinya, kita bukan sekadar mengakui perbedaan pandangan hidup, tapi kita sendiri juga dapat berubah pandangan hidup. Dalam kemajemukan, kita…

Tjipto Mangoenkoesomo dan Nasionalisme Indonesia

Dr Tjipto Mangoenkoesomo adalah salah satu dari kaum bumiputera terpelajar pertama yang dengan sadar berpikir tentang kemajuan bumiputra dalam kaitannya dengan dominasi politik dan subordinasi. Ia mulai mengekspresikan gagasannya secara terbuka pada 1907 melalui tulisannya dalam surat kabar liberal berbahasa Belanda di Semarang De Locomotief. Sewaktu Boedi Oetoemo berdiri pada 1908, ia terpilih sebagai komisaris…

Sejarah yang Dilupakan

Pada dini hari Oktober 1965, Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpanfad) Letnan Jenderal Ahmad Yani dan lima orang staf umumnya diculik  dari rumah-rumah mereka di Jakarta, dan dibawa dengan truk ke sebidang areal perkebunan di Lubang Buaya. Para penculik membu8nuh Yani dan dua jenderal lainnya pada saat penangkapan berlangsung. Tiba di areal perkebunan beberapa saat kemudian…

Romusha, Jugun Ianfu dan Keresahan Sosial

Jika orang Indonesia diminta mengatakan satu faktor apa saja sebagai pengalaman yang paling mengerihkan selama pendudukan Jepang mungkin dia akan menjawab Romusha. Kata Jepang Romusha yang hebat ini secara harfiah berarti seorang pekerja yang melakukan pekerjaan sebagai buruh kasar. Akan tetapi dalam konteks sejarah Indonesia istilah ini mempunyai pengertian khusus yang mengingatkan rakyat akan pengalaman…

Proklamasi Kemerdekaan

Sejak 7 September 1944 dan seterusnya perkembangan sosio-politik menemukan momentum luar biasa. Dalam hal ini Soekarno dan kawan-kawannya memainkan peran yang kian meningkat. Mula-mula Soekarno merasa heran ketika diberitahu oleh Mayjen Yamamoto Koichiro tentang janji PM Koiso. Tetapi  kemudian menjadi kecewa terhadap janji yang samar-samar tidak jelas itu. Tetapi tetap merupakan kejutan baginya bahwa Jepang…