Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi (Foto: Wikipedia)

Surutnya Peran Sosial Politik Militer

Menurut Samuel Huntington, demokrasi bisa berjalan dalam empat hal, yaitu (1) dengan cara transformasi di mana elite yang berkuasa melopori proses perwujudan demokrasi; (2) dengan cara pergantian (replacement) di mana kelompok oposisi mempelopori proses perwujudan demokrasi dari rejim otoriter tumbang dan digulingkan; (3) dengan cara transplacement di mana proses demokratisasi merupakan hasil tindakan bersama kelompok…

Reorganisasi ABRI dan Reformasi

Reorganisasi di tingkat Markas Besar ABRI Tahun 1984. Dalam perencanaan strategis Pembangunan Kekuatan Angkatan Bersenjata ( Renstra Bangkuat ABRI Tahun 1984 merencanakan antara lain bahwa untuk dapat mengawal dan ikut serta dalam Pembangunan Jangka Panjang Tahap II yang menjangkau kurun waktu tahun 2000-an, diperlukan postur ABRI yang sesuai denghan tuntutan jaman. Usaha untuk lebih mengintegrasikan…

Soekarno dan Aidit (Foto: Arsip Nasional)

Presiden Soekarno dan Nasakom

Pendapat bahwa Soekarno telah menetapkan jalan ke kiri di bawah Demokrasi Terpimpin memang merupakan hal yang menarik. Tetapi apa yang menjadi tujuan akhir politik presiden yang kelihatannya pro PKI dan antitentara ini? Dan apakah motivasinya? Apakah ia memang memajukan apa dan hanya melindungi PKI, dan sewaktu-waktu bertindak untuk menjaga keseimbangan, jika tekanan kepada partai ini…

Presiden Soekarno memimpin sidang kabinet Dwikora di Istana Bogor, 15 Januari 1966

TNI dan Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin pertama-tama adalah untuk suatu alat menghadapi perpecahan yang muncul di dataran politik Indonesia dalam pertengahan tahun 1950-an. Untuk menggantikan pertetangan parlementer di antara partai-partai, suatu sistem yang lebih otoriter diciptakan di mana peran utama dimainkan oleh Presiden Soekarno. Ia memberlakukan kembali konsitusi presidensial di tahun 1945 pada tahun 1959 dengan dukungan kuat dari…

J.H. Maarseveen, Sultan Hamid II dan Mohammad Hatta menandatangani Perjanjian Meja Bundar, 2 November 1949 (Foto: Wikipedia)

TNI dan Demokrasi Liberal

Menjelang tahun 1949 tidak ada pernyataan yang jelas mengenai jenis profesionalisme yang akan dicari, dan jelas tidak ada pandangan yang disepakati. Namun demikian, ada beberapa aturan dasar yang telah dicapai ol;eh tentara yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda selama masa perjuangan meraih kemerdekaan, yang bertentangan dengan dengan pemerintahan yang tidak bersimpati. Arti…

Tentara PETA sedang latihan di Bogor pada tahun 1944 (Foto: Wikipedia)

TNI dan Perang Kemerdekaan

Berbeda dari banyak angkatan bersenjata lain di Dunia Ketiga, Tentara Nasional Indonesia, terutama angkatan daratnya, merupakan salah satu dari angkatan bersenjata yang dilahirkan sebagai pasukan pembebasan nasional. Hal ini merupakan konsekuensi dari keadaan-keadaan istimewa yang terjadi di Indonesia. Setelah lebih dari tiga abad kolonialisme Belanda, Indonesia dijajah oleh Jepang dari Maret 1942 sampai Agustus 1945.…