Pekan Pancasila

  Peter Kasenda menjadi narasumber acara “Pekan Pancasila: Saya Indonesia, Saya Pancasila!” yang digagas Kementerian Sekretariat Negara RI, 1 Juni 2017.

Daendles, Raffles dan Kolonialisme

Dalam tulisan “Nasionalisme, Islamisme dam Marxisme“ (1926/1927) di Indonesia Muda, Soekarno menegaskan yang pertama-tama  perlu disadari adalah alasan utama para kolonialis Eropa datang  dan menjajah bangsa Asia selama berabad-abad bukan untuk menjalankan kewajiban luhur tertentu, tapi karena alasan ekonomi. Dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat, Soekarno menegaskan bahwa kolonialisme menyebar ke seluruh muka bumi yang mungkin…

Masyarakat Terbelah dan Konsolidasi Demokrasi

Republik adalah ide minimal untuk menyelenggarakan keadilan, kesetaraan dan kemajemukan. Di dalam Republik, status primer seseorang adalah sebagai warga negara (citizen). Ia tentu memiliki sejumlah status privat: agama, etnis dan lain-lain.  Di sini, kita menyelenggarakan kemajemukan. Artinya, kita bukan sekadar mengakui perbedaan pandangan hidup, tapi kita sendiri juga dapat berubah pandangan hidup. Dalam kemajemukan, kita…

Tjipto Mangoenkoesomo dan Nasionalisme Indonesia

Dr Tjipto Mangoenkoesomo adalah salah satu dari kaum bumiputera terpelajar pertama yang dengan sadar berpikir tentang kemajuan bumiputra dalam kaitannya dengan dominasi politik dan subordinasi. Ia mulai mengekspresikan gagasannya secara terbuka pada 1907 melalui tulisannya dalam surat kabar liberal berbahasa Belanda di Semarang De Locomotief. Sewaktu Boedi Oetoemo berdiri pada 1908, ia terpilih sebagai komisaris…