Soekarno, Wanita dan Kekuasaan

Ketika Soekarno sedang terlarut dalam proses pembentukan bangsa hingga detik-detik terakhir kekuasaan dan hidupnya, ada sembilan wanita jelita mendampingi Soekarno. Dari Siti Utari, Inggit Ganarsih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratnasari Dewi, Haryatie, Yurike Sanger hingga Heldy Djafar. Inggit Ganarsih adalah istri yang usianya 15 tahun lebih tua dari Soekarno, dan yang lain lebih muda dari…

Onghokham Menimbang Bung Karno

Sumbangan Onghokham, biasa disapa Ong, yang terpenting adalah ia menampilkan  dirinya sebagai cendikiawan publik. Dialah sejarawan yang paling sering menulis di media. Melalui tulisannya, Ong bergelut seraya mengajak kita melihat persoalan masa kini untuk dibandingkan dengan peristiwa masa lampau. Perbandingan secara diakronis inilah yang menyebabkan sejarah di tangan Ong seolah-olah hadir di pelupuk mata, hidup,…

Soekarno, DN Aidit dan PKI

Di hari ulang tahun PKI ke-45 ada seratus ribu yang datang ke stadion Bung Karno pada 23 Mei 1965. Mereka yang dijuluki semut merah yang berbaris memasuki stadion. Banyaknya tak terbilang, tertib, disiplin, siap mengorbankan diri, dan militan, dan sanggup menyengat jika diganggu. Semut merah ini, mata Soekarno merupakan pemandangan kejayaan yang megah. Presiden Soekarno…

Tragedi Anak Asuh HOS Tjokroaminoto: Soekarno, Musso dan M Kartosuwirjo

HOS Tjokroaminoto tokoh Sarekat Islam yang konon mempunyai pengikut sejumlah dua juta orang itu. Pada dekade kedua abad ke-20, dianggap sebagai lambang perlawanan nasionalisme. Adalah wajar kalau kediamannya sering dikunjungi tokoh-tokoh nasionalisme Indonesia, seperti Agus Salim, Ki Hajar Dewantara dan Hendrikus Sneevliet. Kalau boleh menggunakan istilah yang digunakan John D Legge, orang-orang yang sering berkunjung…

Soekarno, Wayang dan Ratu Adil

Buku Sukarno dan Perjuangan Kemerdekaan yang diterbitkan oleh LP3ES tahun 1987, semula diajukan sebagai disertasi untuk memperoleh gelar doktor dari Universitas Kiel, Jerman Barat tahun 1964. Tahun 1965 naskah ini diterbitkan sebagai buku dalam bahasa Jerman. Kemudian tahun 1966 dalam bahasa Belanda dan tahun 1969 dalam bahasa Inggris oleh Cornell University Press. Sebagian besar isi…

Kesaksian mengenai Soekarno

Ada kalanya hasil rekontruksi peristiwa telah menjadi bagian dari sejarah kontemporer berfungsi sebagai kaca pembanding bagi ingatan pribadi dakam  memahami berbagai corak gejolak yang telah dialami. Dialog pun dapat berlangsung antara “sejarah“ – sebagai hasil rekontruksi masa lalu yang menjadi milik publik – dengan “ingatan“, sebagai milik yang sangat pribadi. Begitu kata Taufik Abdullah. Kenang-kenangan…

Soekarno dan Golkar

Pada malam hari, 21 Februari 1957, sejumlah pemimpin politik dan tokoh masyarakat berkumpul di Istana Negara, dan di luar halaman berdesak-desakan masyarakat ibu kota menanti pidato Presiden Soekarno. Pada kesempatan itu Presiden Soekarno ingin menyampaikan sebuah konsepsi dalam rangka mengatasi kesulitan-kesulitan yang menimpa bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Melalui pidatonya yang berjudul “Menyelamatkan Republik Indonesia,”  Soekarno…